Tren Travel 2026 yang Makin Personal



Cara orang bepergian pada 2026 semakin bergeser dari sekadar mengejar banyak destinasi menjadi mencari pengalaman yang lebih sesuai dengan ritme pribadi. Laporan tren perjalanan Expedia 2026 menyoroti slow travel, farm stay, reading retreat, perjalanan berbasis olahraga, hingga destinasi yang terinspirasi film dan serial sebagai beberapa pola yang berkembang.

Bagi wisatawan, perubahan ini berarti itinerary tidak harus penuh dari pagi hingga malam. Menghabiskan beberapa hari di satu kota, mengeksplorasi lingkungan sekitar dengan berjalan kaki, atau memilih aktivitas lokal bisa menjadi bagian utama perjalanan.



1. Slow Travel dan Liburan Lebih Lama



Slow travel menempatkan kualitas pengalaman di atas jumlah tempat yang dikunjungi. Alih-alih berpindah hotel setiap malam, pilih satu basis dan gunakan waktu untuk mengenal makanan, budaya, pasar, taman, serta komunitas setempat.

Tren ini juga cocok bagi wisatawan yang ingin mengurangi rasa terburu-buru. Buat hanya satu atau dua agenda utama per hari, lalu sisakan waktu untuk aktivitas spontan. Farm stay dan akomodasi bernuansa alam juga masuk dalam tren perjalanan 2026 yang disorot Expedia. citeturn0search0

2. Destination Dupe dan Pilihan yang Lebih Tenang



Destination dupe adalah pendekatan memilih tempat yang menawarkan suasana atau pengalaman serupa dengan destinasi terkenal, tetapi tidak selalu sepadat lokasi ikonik. Booking.com melaporkan bahwa 29% wisatawan yang disurvei tertarik pada alternatif semacam ini, antara lain untuk menghindari keramaian dan mencari pengalaman berbeda.

Saat memilih alternatif, jangan hanya membandingkan foto. Periksa akses transportasi, musim kunjungan, kondisi cuaca, aturan lokal, dan karakter lingkungan agar ekspektasi tetap realistis.

3. Perjalanan yang Terinspirasi Layar



Film dan serial juga terus memengaruhi pilihan destinasi. Expedia mencatat bahwa set-jetting, yaitu bepergian ke lokasi yang muncul di layar, tetap menjadi tren penting pada 2026. citeturn0search12

Namun, perjalanan berbasis film sebaiknya tidak berhenti pada satu lokasi foto. Tambahkan museum, kuliner lokal, ruang publik, atau kawasan di luar pusat perhatian agar pengalaman terasa lebih lengkap.

4. Cara Menyusun Liburan 2026



Mulailah dengan menentukan tujuan utama perjalanan: istirahat, kuliner, alam, budaya, atau menghadiri acara. Setelah itu, pilih destinasi yang mendukung tujuan tersebut dan buat itinerary yang fleksibel.

Perhatikan pula cuaca. Riset Booking.com pada 2026 menunjukkan bahwa 74% wisatawan yang disurvei mempertimbangkan risiko cuaca ekstrem ketika memilih destinasi dan waktu perjalanan. Dengan perencanaan yang adaptif, tren travel 2026 dapat diterjemahkan menjadi liburan yang lebih nyaman tanpa harus mengikuti semua tren sekaligus.