Tahun 2026 menjadi momentum yang tepat untuk kembali pada dasar parenting: hubungan yang aman, komunikasi yang jelas, batasan yang konsisten, dan rutinitas yang sesuai usia anak. Berikut tujuh cara yang dapat dicoba dalam kehidupan sehari-hari.
1. Buat Rutinitas yang Sederhana
Anak lebih mudah mengikuti kegiatan ketika mereka mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya. Tidak perlu membuat jadwal yang terlalu detail. Rutinitas pagi, waktu makan, bermain, mandi, dan tidur sudah cukup sebagai kerangka utama.
Gunakan urutan yang sama setiap hari dan berikan pemberitahuan sebelum berpindah aktivitas. Misalnya, katakan, “Lima menit lagi kita selesai bermain, lalu waktunya mandi.” Cara ini membantu anak bersiap menghadapi perubahan.
2. Beri Pilihan Terbatas
Daripada terus mengatakan “tidak”, berikan dua pilihan yang sama-sama dapat diterima. Contohnya, “Kamu mau memakai baju biru atau hijau?” Anak tetap memiliki kesempatan mengambil keputusan, sementara orang tua tetap memegang batasan.
Pilihan sederhana juga dapat mengurangi perdebatan karena anak merasa didengar dan dilibatkan.
3. Hadapi Tantrum dengan Tenang
Saat anak mengalami tantrum, tujuan utama bukan selalu menghentikan tangis secepat mungkin. Pastikan anak aman, tetap tenang, dan gunakan kalimat singkat. Setelah emosi mereda, barulah bicarakan apa yang terjadi.
4. Tetapkan Batasan yang Konsisten
Batasan membantu anak memahami perilaku yang diharapkan. Pilih beberapa aturan penting dan terapkan secara konsisten. Hindari ancaman hukuman yang tidak akan dilakukan karena dapat membuat aturan kehilangan makna.
5. Sediakan Waktu Tanpa Gangguan
Luangkan beberapa menit setiap hari untuk benar-benar hadir bersama anak tanpa ponsel atau pekerjaan lain. Membaca buku, menggambar, berjalan, atau sekadar mengobrol dapat memperkuat koneksi.
6. Puji Perilaku yang Spesifik
Daripada hanya mengatakan “anak pintar”, sebutkan perilaku yang Anda hargai. Misalnya, “Terima kasih sudah merapikan mainan setelah bermain.” Pujian spesifik membantu anak memahami perilaku positif yang ingin diulang.
7. Jangan Lupakan Kondisi Orang Tua
Parenting yang baik juga membutuhkan orang tua yang memiliki kesempatan beristirahat. Jika mulai kewalahan, ambil jeda yang aman dan minta bantuan ketika diperlukan. Tidak ada keluarga yang menjalankan semua rutinitas dengan sempurna setiap hari.
Pada akhirnya, parenting di 2026 tidak harus semakin rumit. Rutinitas sederhana, batasan jelas, komunikasi tenang, dan waktu berkualitas dapat menjadi fondasi yang kuat untuk kehidupan keluarga sehari-hari.