Industri entertainment 2026 semakin bergerak melampaui batas antara film, serial, musik, game, media sosial, dan komunitas penggemar. Penonton tidak lagi hanya mencari satu tayangan untuk ditonton, tetapi mengikuti karakter, kreator, waralaba, atau genre melalui berbagai platform.

1. Streaming Makin Personal, tetapi Pilihan Makin Terfragmentasi



Layanan streaming tetap menjadi bagian penting dari kebiasaan hiburan, tetapi banyaknya platform membuat penonton harus lebih selektif. Deloitte mencatat bahwa rumah tangga di AS yang berlangganan video streaming rata-rata menggunakan sekitar empat layanan, sementara 41% responden mengatakan mereka membatalkan setidaknya satu layanan dalam enam bulan terakhir.



Bagi penonton, tren ini berarti kualitas dan relevansi katalog menjadi semakin penting. Alih-alih berlangganan semua platform, pendekatan yang praktis adalah memilih layanan berdasarkan genre, serial favorit, atau jadwal rilis yang memang ingin diikuti.

2. Fandom Menjadi Penggerak Utama Entertainment



Pada 2026, hubungan antara penonton dan sebuah franchise tidak berhenti setelah episode terakhir atau film selesai. Deloitte melihat pergeseran menuju strategi fandom yang berlangsung sepanjang tahun, termasuk konten sosial, komunitas, podcast, game, dan pengalaman eksklusif. citeturn0search1

Inilah sebabnya sebuah serial populer bisa tetap ramai dibicarakan melalui teori penggemar, video pendek, merchandise, hingga konten di balik layar. Entertainment kini semakin terasa seperti ekosistem, bukan sekadar produk sekali tonton.

3. Konten Lokal Indonesia Semakin Mendapat Ruang



Indonesia menjadi pasar yang menarik untuk konten lokal. PwC memperkirakan pasar entertainment dan media Indonesia tumbuh dari US$31,7 miliar pada 2026 menjadi US$42,9 miliar pada 2030. Pasar video OTT Indonesia juga diproyeksikan tumbuh dari US$1,1 miliar pada 2026 menjadi US$1,7 miliar pada 2030.

Netflix juga melaporkan bahwa lebih dari 90% anggotanya di Indonesia menonton konten lokal pada 2026, sementara sejumlah judul Indonesia telah masuk Global Top 10.

4. Film, Game, dan Serial Semakin Terhubung



Adaptasi video game menjadi film atau serial terus menjadi bagian penting dari strategi industri. Berbagai proyek berbasis game dijadwalkan hadir pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya, memperlihatkan bagaimana satu IP dapat berkembang lintas medium. citeturn0news24

Bagi penonton, perkembangan ini membuat pengalaman entertainment semakin luas. Sebuah cerita bisa dimulai dari game, berkembang menjadi serial, lalu hidup kembali melalui komunitas dan konten kreator. Karena itu, cara terbaik mengikuti tren 2026 adalah memilih cerita dan komunitas yang benar-benar sesuai minat, bukan sekadar mengejar semua rilisan baru.