Keamanan akun digital semakin penting pada 2026. Aktivitas kerja, pembayaran, komunikasi, dan penyimpanan dokumen kini bergantung pada layanan online. Satu akun yang berhasil diambil alih dapat membuka akses ke banyak informasi pribadi. Kabar baiknya, perlindungan dasar tidak selalu membutuhkan perangkat mahal atau keahlian teknis tinggi.

1. Gunakan Password Unik dan Passkey



Mulailah dengan memakai kata sandi yang berbeda untuk setiap layanan. Kata sandi panjang yang terdiri dari beberapa kata acak lebih aman daripada kombinasi pendek yang mudah ditebak. Pengelola kata sandi dapat membantu membuat dan menyimpan kredensial secara aman.



Jika tersedia, aktifkan passkey. Metode ini menggunakan kunci kriptografis pada perangkat atau pengelola kredensial, sehingga pengguna tidak perlu mengetik kata sandi saat masuk. Passkey juga lebih tahan terhadap banyak serangan phishing karena tidak mudah dipindahkan ke situs palsu.

2. Aktifkan Autentikasi Multifaktor



Autentikasi multifaktor atau MFA menambahkan lapisan verifikasi selain kata sandi. Aplikasi autentikator atau kunci keamanan fisik umumnya menjadi pilihan yang lebih kuat daripada kode yang dikirim melalui SMS, meskipun SMS tetap lebih baik daripada tidak memakai MFA sama sekali.

Simpan kode pemulihan di tempat yang aman dan jangan membagikannya melalui chat, email, atau panggilan telepon. Penipu sering menyamar sebagai petugas dukungan untuk meminta kode tersebut.

3. Kenali Phishing yang Lebih Meyakinkan



Pesan phishing pada 2026 dapat terlihat sangat rapi, menggunakan bahasa natural, logo resmi, dan konteks yang terasa personal. Jangan langsung mengeklik tautan dari pesan yang mendesak pembayaran, perubahan akun, atau verifikasi identitas.

Buka situs melalui alamat yang diketik sendiri atau aplikasi resmi. Periksa domain dengan teliti, terutama bagian sebelum dan sesudah nama layanan. Jika ragu, hubungi organisasi melalui kanal yang tercantum di situs resminya, bukan melalui nomor dalam pesan.

4. Perbarui Perangkat dan Batasi Akses



Aktifkan pembaruan otomatis untuk sistem operasi, browser, aplikasi, dan router. Pembaruan sering memperbaiki celah keamanan yang dapat dimanfaatkan penyerang. Tinjau pula aplikasi yang terpasang dan hapus layanan yang sudah tidak digunakan.

Untuk akun kerja atau bisnis, berikan akses sesuai kebutuhan. Tinjau perangkat yang sedang masuk, cabut sesi yang mencurigakan, dan gunakan notifikasi login agar aktivitas tidak biasa dapat segera ditindaklanjuti. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi dampak jika satu kredensial terekspos.